Krawang - Bekasi, from cantata "Libertas"

EstilosEstilo
FechaAño
2007
ArtistasArtistas
CompositoresCompositores
Subido porSubido por
Compártelo

"Krawang - Bekasi"


This is the last movement of Ananda Sukarlan's cantata no. 2 "LIBERTAS", all based on poems about freedom and liberty. This particular poem is perhaps the most famous Indonesian poem, written by Chairil Anwar, one of Indonesia' greatest poet. 

 

KRAWANG - BEKASI
Chairil Anwar 

Kami yang kini terbaring antara Krawang-Bekasi
Tidak bisa teriak MERDEKA dan angkat senjata lagi.
Tapi siapakah yang tidak lagi mendengar deru kami,
Terbayang kami maju dan mendegap hati? Kami bicara padamu dalam hening di malam sepi
Jika dada rasa hampa dan jam dinding yang berdetak
Kami mati muda. Yang tinggal tulang diliputi debu.
Kenang, kenanglah kami. Kami sudah coba apa yang kami bisa
Tapi kerja belum selesai, belum bisa memperhitungkan
Arti dari empat lima ribu nyawa Kami cuma tulang-tulang berserakan
Tapi adalah kepunyaanmu
Kaulah lagi yang tentukan nilai tulang-tulang berserakan Atau jiwa kami melayang untuk kemerdekaan
Kemenangan dan harapan
Atau tidak untuk apa-apa,
Kami tidak tahu, kami tidak lagi bisa berkata
Kaulah sekarang yang berkata Kami bicara padamu dalam hening di malam sepi
Jika ada rasa hampa dan jam dinding yang berdetak Kenang, kenanglah kami
Teruskan, teruskan jiwa kami
Menjaga Bung Karno
Menjaga Bung Hatta
Menjaga Bung Sjahrir Kami sekarang mayat
Berikan kami arti
Berjagalah terus di garis batas pernyataan dan impian Kenang, kenanglah kami
Yang tinggal tulang-tulang diliputi debu
Beribu kami terbaring antara Krawang - Bekasi

Performed by Nikodemus Lukas Hariono - tenor (winner of National Voice Competition "Tembang Puitik Ananda Sukarlan" 2013), SVADITRA Choir (Indra Listiyanto, leader) and Nusantara Symphony Orchestra cond. by the composer.


VolverOK
¿Borrar el registro seleccionado?